Powered By Blogger

Senin, 28 April 2014

Jenis-Jenis Pedang Samurai Di Jepang

Sebenarnya sebutan Samurai yang dikenal sebagai Pedang dari jepang merupakan salah pengertian. Samurai sendiri adalah sebutan untuk Japanese Warrior atau istilah untuk perwira militer kelas elit. Bila belum paham, maksudnya samurai bukanlah nama pedang, melainkan jabatan/pangkat untuk orang tertentu. Sedangkan yang dimaksud dengan pedang yaitu disebut Ken(剣) itu juga yang menjadi dasar nama olahraga Kendo. Di posting kali ini saya ingin sharing jenis-jenis Ken yang sering di pakai oleh Samurai.





Pedang samurai di jepang dibagi dalam banyak jenis. Pembagian jenis-jenis pedang berdasarkan ukurannya. Setiap pedang diukur dengan ukuran "Shaku" dimana 1 shaku berarti sekitar 30 cm. Berikut ini jenis-jenis pedang yang sering dibawa oleh samurai, dikelompokkan berdasarkan panjangnya.


Tanto

Tanto
Jika pembaca pernah melihat film Goemon, mungkin mengetahui pedang ini. Pedang ini biasa dibawa oleh seorang putri dan perempuan jepang sebagai pertahanan diri. Disembunyikan di balik obi/ikat pinggang kimono untuk pertahan diri dan digunakan sebagai serangan tiba-tiba. Ukuran pedang ini sekitar 25cm, termasuk kategori pisau, terkadang juga dibawa oleh samurai dan ninja.


Wakizashi


Wakizashi
Wakizashi merupakan jenis pedang samurai dengan panjang antara 30-60cm, para samurai biasanya menggunakan sebagaisecondary weapon. Pembaca penggemar Final Fantasy ? pasti tidak asing dengan tokoh Yojinbo, pendekar pedang yang mampu membelah apa saja. Salah satu serangannya dinamakan wakizashi, ya kan.


Kodachi

Kodachi/Dual Kodachi
Dalam serial manga Samurai X, Kodachi merupakan senjata kesayangan Aoshi Shinomori anggota Jupon Gatana. Pedang Kodachi/Dual Kodachi lebih panjang dari Wakizashi, tapi lebih pendek dari pedang Katana. Biasanya pedang ini digunakan sebagai perisai hand to hand combat. Karena tidak sepanjang Katana (kurang dari 2 Shaku) maka tidak menyalahi aturan pada zaman Edo, sehingga boleh dibawa oleh orang-orang biasa (dulu hanya para samurai yang boleh membawa pedang). Pedangnya cukup ringan untuk memudahkan penggunanya bergerak lincah.


Katana

Katana
Namanya sudah tak asing lagi ditelinga kita. Pedang Katana merupakan pedang khas Ninja. Setiap Ninja mempunyai Katana dipunggung mereka. Pedang ini merupakan pedang umum dengan panjang 70-80cm, tipe single-edge dan melengkung. Para Samurai pun membawa pedang ini untuk merepresentasikan status sosial mereka. Biasanya dibawa berpasangan dengan Wakizashi atau Tanto yang digunakan untuk close-quarter combat dimana Katana digunakan untuk open-quarter combat.


Tsurugi


Tsurugi
Pedang satu ini yaitu jenis yang tak serupa dengan pedang lainnya. Pedang ini tidak melengkung tapi lurus seperti pedang korea. Tsurugi merupakan pedang tipe broadsword, lebih berat dibanding pedang lainnya. Sangat cocok untuk menghadapi lawan bertameng ataupun berarmor tebal.


Chokuto

Chokuto
Pedang ini sama seperti Katana, hanya saja tidak melengkung tapi lurus. Chokuto ditemukan sebelum zaman Heian, sebelum orang Jepang menemukan teknik melengkungkan pedang. Karena pedang ini lurus maka sulit digunakan dan jarang dipakai dalam pertempuran. Setelah ditemukannya Katana, Chokuto tetap diproduksi tapi kebanyakan berfungsi sebagai ceremonial sword.



Ninjato

Ninja-to
Pedang ini digunakan oleh para Ninja selain Katana. Ringkas dan ringan membuat pedang ini mudah dimasukkan kedalam baju. Perbedaan mendasar antara Katana dan Ninjato terletak pada desainnya. Ninjato bentuknya lurus tidak melengkung seperti Katana.


Nodachi Odachi

Nodachi Odachi
Pedang ini sangat panjang bahkan menjadi pedang terpanjang dengan panjangnya hampir 80cm. Pedang ini tidak cocok untuk pertarungan jarak dekat, karena menyulitkan pengguna untuk bergerak gesit. Pedang ini berguna untuk membelah pasukan berkuda. Walaupun sebenarnya tidak cocok untuk close combat, tapi pembuatan pedang ini masuk dalam kategori sulit, sehingga merupakan pedang langka.



Nagakami

Nagamaki
Pedang dengan panjang mata pedang dan gagang yang sama. Termasuk dalam katagori belati, Digunakan untuk serangan mendadak. Penggunaan pedang ini tidak seefisien Tanto. Tapi pedang ini memilki keindahan lebih.



Naginata

Naginata
Naginata merupakan tombak dengan mata pisau katana. Digunakan prajurit wanita pertarungan jarak menengah. Gagang dibuat dari kayu dan mata tombak katana melengkung. Sangat cocok untuk tipe pertempuran Chaos.


Yari


Yari
Yari merupakan tipe tombak, berbeda dengan Naginata, mata tombak dibuat lurus. Bentuk Lurus ini efektif digunakan menusuk musuh yang datang dari depan. Biasanya dipakai pria untuk mengahadang laju pasukan musuh.

Sumber : http://all-be-on.blogspot.com

Rabu, 09 April 2014

Festival Salju Sapporo 2013 - Menikmati Festival Musim Dingin Terbesar di Jepang




Musim dingin merupakan saat-saat yang paling menyenangkan bagi turis yang berkunjung ke Hokkaido, prefektur paling utara di Jepang. Selama musim dingin yang berlangsung mulai bulan Desember hingga bulan Februari, banyak festival yang terkait dengan salju dan es diselenggarakan di setiap daerah di Hokkaido. Festival musim dingin yang paling terkenal diantaranya adalah Festival Salju Sapporo (Sapporo Yuki Matsuri / さっぽろ雪まつり).







Festival Salju Sapporo yang digelar setiap tahun pada awal bulan Februari sejak tahun 1950 kini dikenal sebagai festival musim dingin terbesar di Jepang. Di festival yang setiap tahun menarik lebih dari 2 juta wisatawan dari dalam maupun luar negeri ini, sekitar 200 hingga 300 patung salju dan pahatan es mewarnai kota Sapporo yang merupakan ibu kota prefektur Hokkaido dan kota terbesar ke-4 di Jepang.





Ice Kingdom (kiri) dan Chiang Kai-shek Memorial Hall (kanan)



Hoheikan (kiri) dan Chibi Maruko Chan (kanan)
Atraksi utama di Festival Salju Sapporo adalah patung-patung salju raksasa yang tingginya mencapai lebih dari 15 meter. Pada festival ke-64 ini, 7 patung salju raksasa dibuat berdasarkan berbagai tema yang menarik, yaitu “Ice Kingdom – A Princess with White Wings”, “Ise Jingu: A Modern Legend”, “Chiang Kai-shek Memorial Hall (Taiwan)”, “Hoheikan – Historical Guest House”, “Wat Benchamabophit – Marble Temple (Thai)”, “The Kabuki-za”, dan “Chibi Maruko Chan in Hawai’i”. Sebagai bagian dari acara tersebut, diadakan pula Kontes Patung Salju Internasional.




Wat Benchamabophit (Mable Temple)

Patung-patung tersebut dibuat tidak hanya untuk menghibur para turis yang berkunjung, melainkan juga sebagai ajang pertukaran budaya. Misalnya, Wat Benchamabophit (Mable Temple) di Thailand dibuat dalam rangka memperingati 50 tahun setelah kerajaan Thailand mengunjungi Jepang untuk pertama kalinya pada bulan Mei 1963. Di panggung patung salju tersebut, para penari dari Thailand menari tarian tradisional dan membuat mata banyak wisatawan terpukau.




Ise Jingu: A Modern Legend



The Kabuki-za


Lalu, ada juga patung salju yang memperkenalkan tentang budaya Jepang. Patung salju raksasa “Ise Jingu: A Modern Legend” menggambarkan sebuah kisah legendaris dari salah satu kuil Shinto terkemuka di Jepang, dan “The Kabuki-za” dibuat berdasarkan gedung teater salah satu seni tradisional Jepang yang disebut Kabuki.




Patung Salju Tari Oleg Tamulilingan & Tim Indonesia


Pada tahun ini, Kontes Patung Salju Internasional diikuti oleh 11 tim dari berbagai negara di dunia termasuk Indonesia, dan umumnya para peserta membuat patung-patung salju yang menarik mengenai ciri khas dari negara mereka. Karya tim Indonesia tahun ini adalah patung penari Bali yang menggambarkan gerakan Tari Oleg Tamulilingan. Oleg berarti cantik atau gerakan indah, sedangkan Tamulilingan sebutan bagi lebah jantan yang sedang mencari madu dalam bunga. Melalui karya patung salju yang mencerminkan pasangan muda-mudi yang sedang di mabuk cinta, tim Indonesia berhasil meraih juara ke-3 dalam ajang Kontes Patung Salju Internasional ke-40.



"Snowboarding Competition" dan Konser Seorang Penyanyi asal Hokkaido



Skating Rink yang ada di tempat festival:D

Selain Kontes Patung Salju Internasional, tentu masih ada banyak lagi acara yang diadakan di Festival Salju Sapporo. Setiap hari selama festival tersebut berlangsung, lebih dari 200 acara yang menarik diadakan sampai malam hari di berbagai panggung di tempat festival tersebut, antara lain: “Snowboarding Competition (straight jump)”, lomba kuis, berbagai konser musik, dll.









Festival Salju Sapporo ini setiap tahun dilangsungkan selama seminggu pada awal bulan Februari. Dari Tokyo sampai kota Sapporo yang merupakan tempat festival tersebut jaraknya tidak terlalu jauh, hanya butuh waktu sekitar 3 jam saja dengan naik pesawat dan kereta (hampir sama dengan jarak Jakarta-Surabaya, jangan-jangan ini dibilang jauh? hehehe). Kalau ada kesempatan datang ke Jepang pada musim dingin, silakan main ke Hokkaido dan nikmati Festival Salju Sapporo:D



Patung Salju "Hidung":D


Semua foto di artikel ini diambil oleh penulis.

Referensi:
http://www.halojepang.com/sosial-pendidikan/6558-pahat-salju




Patung-patung Salju Kecil























Pahatan-pahatan Es














Suasana Malam di Kota Sapporo











Lalu, siapa bilang orang Jepang suka mengantri?


Sumber : jepang-iwanfals.blogspot.com