Powered By Blogger

Selasa, 14 Januari 2014

4 Musim di Jepang

"Nihon ni wa shiki" 日本には四季
Jepang adalah salah satu negara yang mempunyai empat musim. Jangka waktu antara 4 musim tersebut, kurang lebih 3 bulan. 4 musim itu adalah:


1. Musim Semi (Spring, 春, haru)
2. Musim Panas (Summer, 夏, natsu)
3. Musim Gugur (Autumn, 秋, aki)
4. Musim Dingin (Winter, 冬, fuyu)


1. HARU ( MUSIM SEMI ) 春 ; はる
Dimulai sekitar bulan Maret, dan orang Jepang menyambutnya dengan gembira, karena hari-hari dingin dan tidak bersahabat telah berakhir. Musim Semi ditandai dengan munculnya kuncup-kuncup bunga pohon plum (ume). Dan setelah bunga pohon plum berakhir, muncul kuncup-kuncup bunga paling terkenal di Jepang, bunga Sakura.

Musim ini sangat dinanti, baik oleh masyarakat Jepang maupun warga asing yang tinggal di ‘Negeri Matahari Terbit’. Sebab, pada musim ini bunga sakura bermekaran, mulai dari ujung selatan, Okinawa, lalu Pulau Kyushu, merambat ke Pulau Honshu, Shikoku, dan terakhir di Hokkaido yang berada di utara Jepang. Namun sayang, mekarnya bunga sakura tidak berlangsung lama, hanya satu hingga dua minggu, sekitar akhir Maret hingga awal April. Apalagi jika ada hujan atau angin kencang, sakura lebih cepat berguguran.

Saat sakura bermekaran, orang Jepang beramai-ramai melakukan pesta kecil bersama keluarga atau kerabat di bawah pohon sakura yang disebut dengan hanami. Kata hanami berasal dari hana yang berarti ‘bunga’ dan mi atau miru yang berarti ‘melihat’. Keluarga biasanya duduk bersama di atas tikar menikmati keindahan bunga sakura sambil bercerita, makan-makan, ataupun menggelar barbeku.
“Musim semi adalah yang ceria, seperti peribahasa Jepang ‘Fuyu kitarinaba, haru tookaraji’. Banyak orang memulai lembar baru mereka di musim semi, menjadi murid di sekolah baru, mahasiswa di universitas baru, pegawai di kantor yang baru, pindah ke rumah baru, dan menikah. Bunga-bunga negeri empat musim bermekaran teramat indah,” cerita Ibu Dewi, warga Yogyakarta yang sudah menetap di Tokushima lebih dari 10 tahun.


2. NATSU ( MUSIM PANAS ) 夏 ; なつ
Diawali dengan musim hujan sekitar seminggu, yang disebut TSUYU. Musim Panas di Jepang bisa mencapai suhu maximum 35 derajat celcius. Tidak perlu olahraga angkat besi, dengan duduk diam saja, sudah sukses membuat kita mengeluarkan keringat sebesar biji beras. Musim Panas dimulai sekitar bulan Juni ditandai dengan pohon-pohon hijau dan nyanyian ribut serangga yang bernama ‘Semi’. Sekolah di Jepang memberi libur Musim Panas sekitar sebulan. Salah satu aktivitas yang disukai kaum muda Jepang di Musim Panas adalah bermain ke pantai dan ke laut. Meski di tiap musim juga diadakan festival, Musim Panas adalah musim dengan jumlah festival terbanyak dan tersemarak.

Meski di tiap musim juga diadakan festival, Musim Panas adalah musim dengan jumlah festival terbanyak dan tersemarak. Seperti Festival kembang api (Hanabi Matsuri) Sesuai dengan namanya, pesta awal musim yang biasanya berlangsung di bulan Juli-Agustus ini penuh dengan penampilan kembang api yang keren. Sebelum pesta kembang api ini dimulai, masyarakat Jepang mengadakan pasar malam yang diisi dengan permainan tradisional dan makanan khas Jepang. Para pengunjung yang datang ke pasar malam ini biasanya mengenakan pakaian musim panas khas Jepang, Yukata. Pertunjukkan kembang apinya pun spektakuler. Ada ribuan kembang api yang ditembakkan ke udara sehingga berbentuk seperti bunga-bunga bermekaran di langit malam.

Di awal musim panas atau natsu akan sering turun hujan dan munculnya musi atsui atau panas beruap. Musim ini berlangsung dari awal Juni hingga akhir September. Juli dan Agustus menjadi puncak musim panas, yang diiringi dengan waktu siang yang lebih lama daripada malam. Matahari sudah terbit sekitar pukul 04.00 dan baru terbenam pada pukul 19.00.


Pada musim ini banyak festival yang diselenggarakan. Seperti hanabi matsuri (festival kembang api), tanabata matsuri (festival bintang), dan khusus di Kota Tokushima ada Awa odori (tari Awa). Setiap 12-15 Agustus, semua warga Tokushima libur untuk merayakan Awa odori. Mulai dari anak-anak hingga orang tua berkumpul bersama menari di jalan dan taman Kota Tokushima. Pada saat itu akses lalu lintas ditutup selama empat hari.


3. AKI ( MUSIM GUGUR ) 秋 ; あき
Ini ditandai dengan mulai rontoknya dedaunan di pohon-pohon, dan berakhirnya hari panas dan lembab. Berawal sekitar bulan September. Musim ini terkenal dengan daun yang berubah warna jadi kuning, merah, oranye, dan disebut Momiji (紅葉).

Festival yang diadakan pada musim ini yaitu aki matsuri (festival musim gugur). Pada festival itu berbagai budaya Jepang ditampilkan, seperti peragaan kimono, seni bela diri, chado (upacara minum teh), hingga pasar kaget yang menjual aneka makanan khas Jepang. Tiap daerah mempunyai ciri khas tersendiri dalam merayakannya. Di beberapa kampus, anak muda Jepang merayakannya dengan menggelar panggung musik. Di samping itu, pada musim gugur petani memasuki musim panen, misalnya panen ubi dan jeruk.

Para binatang liar seperti beruang, mengumpulkan persediaan makanan untuk ditimbun selama mereka tidur jangka lama di Musim Dingin. Dan ada juga yang menarik yaitu Hari Ekuinoks Musim Gugur (秋分の日 Shūbun no hi) adalah hari libur resmi di Jepang yang jatuh sekitar 23 September ketika terjadi ekuinoks musim gugur yang merupakan hari pertama musim gugur di belahan bumi utara. Hari libur ini ditetapkan tahun 1948 dengan undang-undang hari libur Jepang (Shukujitsu-hō) tahun 1948 untuk "memuliakan nenek moyang, mengenang orang yang sudah meninggal," sedangkan penentuan tanggal berdasarkan hari ekuinoks musim gugur menurut waktu Jepang. Selain itu, ada juga salah satu festival musim gugur di jepang yaitu Festival tsukimi (menatap bulan) Menurut tradisi orang jepang melihat di bulan ada seekor kelinci yang sedang menumbuk dengan Alu untuk membuat kue mochi, nach musim gugur meeupakan waktu yang sangat tepat untuk melihat bulan purnama, (khusus setiap tanggal 25 september dan 23 oktober) sambil minum sake, makan penganan khusus dan menikmati keindahan sang rembulan. Rumah – rumah di hiasi dengan rumput susuki. Festifal ini berlangsung di seluruh jepang namun di masa modern seperti ini mungkin tidak banyak yang punya waktu banyak untuk itu.


4. FUYU ( MUSIM DINGIN ) 冬 ; ふゆ
Ditandai dengan turunnya butir-butir salju pertama di awal Desember. Di beberapa daerah seperti Hokkaido di utara, suhu udara bisa mencapai -20 derajat celcius. Rata-rata aktivitas orang-orang Jepang di musim dingin ini, adalah bermain ski, snowboard, dan es skating. Serta ONSEN / hot spring (Pemandian air panas).

Musim dingin atau fuyu merupakan musim paling berat bagi orang Jepang karena mereka harus melawan suhu yang ekstrem. Musim ini pun berlangsung cukup lama, dari Desember hingga Februari. Pada musim ini, jika salju turun, jalanan menjadi berair dan licin. Mobil perlu memakai ban khusus agar tidak mudah tergelincir.

Di musim dingin ada yuki matsuri (festival salju) terbesar yang diadakan di Sapporo, Pulau Hokkaido. Wisatawan dari dalam dan luar negeri berdatangan ke festival yang berlangsung selama seminggu di awal Februari itu. Pada musim ini orang Jepang biasanya bermain ski, snowboard, dan membuat boneka salju.

Saat musim dingin, udara menjadi kering. Hal itu dapat menyebabkan bibir dan kulit pecah. Tak jarang di antara teman kami saat pertama kali menghadapi musim ini mengalami mimisan, keluar darah dari hidung.

Salah satunya yang terkenal di Jepang adalah Sapporo Yuki Matsuri dikota Hokkaido, yang merupakan festival musim dingin terbesar dijepang.Setiap tahunnya festival ini menarik kurang lebih 2 juta pengunjung baik dari dalam maupun luar negeri yang ingin menyaksikan ratusan patung salju dan pahatan es yang menghiasi dari Taman Odori, lapangan di Satoland, dan jalanan utama di Susukino. Selama 7 hari di bulan Februari mata kita akan dimanjakan oleh patung – patung salju dan ukiran es yang indah.

Festival ini pertama kali diadakan pada tahun 1950 oleh 6 orang siswa SMA yang mengadakan lomba pahat salju kecil – kecilan, semakin lama semakin banyak anak – anak yang berpartisipasi. Pada tahun 1955 pasukan beladiri Jepang ikut membantu membuatkan pahatan es raksasa yang akhirnya membuat festival ini dikenal masyarakat luas. Tidak hanya pahatan es, dalam festival ini mereka juga bisa menikmati pertunjukkan music, kembang api, seluncuran es dan perang bola salju beramai – ramai.


Musim Semi


Musim Panas





Musim Gugur


Musim Dingin

Sumber : http://ryuzakihiro.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar