Powered By Blogger

Senin, 20 Januari 2014

Pemandian Air Panas di Jepang (Onsen)



Para pembaca yang mengenal budaya Jepang dengan cukup baik pasti familiar dengan adanya pemandian air panas atau yang biasa disebut dengan “onsen” di Jepang. Budaya berendam air panas ini memang sudah menjadi suatu tradisi turun temurun di Jepang. Konon ceritanya budaya “onsen” ini ditemukan oleh nenek moyang ketika melihat hewan-hewan yang sangat nyaman berendam di sebuah mata air panas alami di pegunungan. Melihat hewan-hewan yang dengan sangat tenang dan rileks menikmati hal tersebut akhirnya para leluhur berinisiatif membuat kolam air panas serupa. Hal ini kemudian menjadi suatu kebiasaan turun-temurun yang diwariskan, yang mana hingga saat ini tentunya sangat mudah untuk berendam di air panas dengan adanya bathtub.

Dengan adanya budaya berendam air panas di Jepang, rumah-rumah tinggal yang ada di Jepang biasanya selalu di desain memiliki bathtub pribadi entah itu berukuran kecil atau cukup besar. Dan tentu saja hampir setiap orang Jepang apabila mandi akan selalu menghabiskan waktunya sejenak untuk berendam di bak air panas milik sendiri. Tak jarang bahkan untuk menikmati sebuah kenikmatan berendam di air panas, apabila bathtub dirumah sendiri terlalu kecil, orang Jepang akan pergi ke sebuah pemandian air panas umum atau yang sering disebut dengan “onsen”.

Pemandian air panas atau yang biasa disebut “onsen” ini biasanya memiliki berbagai macam variasi. Ada “onsen” yang dibuat di dalam ruangan, ada juga “onsen” yang dibuat menyatu dengan alam atau secara khusus disebut dengan “rotemburo”. Pemandian “rotemburo” bisa dibilang sebagai maskot pemandian air panas di Jepang. Hal ini dikarenakan sembari berendam di air panas, kita bisa melihat langsung dan menikmati pemandangan alam. Ada sedikit perasaan tertarik untuk menikmati “rotemburo” di Jepang, namun mengingat bahwa pemandian air panas di Jepang mengharuskan setiap orang untuk bugil, hal ini tentunya membuat kita berpikir dua kali untuk mencobanya.



Bayangkan saja bahwa kita tidak diperkenankan mengenakan sehelai pakaian pun, bahkan mengenakan pakaian dalam juga tidak diizinkan apabila ingin menikmati “onsen” di Jepang. Nah coba saya tanya pertanyaan ini ke para pembaca semuanya… merasa risih gak sih kalau kita mandi bareng-bareng, bugil dan dilihat banyak orang??

Kalau ya, berarti kita sama. Tentu saja ada perasaan malu apabila kita mandi dalam keadaan bugil dan bisa dilihat oleh banyak orang. Karena itu selama di Jepang saya tidak pernah sama sekali mengikuti budaya berendam air panas. Untuk berendam air panas dirumah saja saya hanya mencobanya 1-2 kali saja, apalagi untuk pergi ke “onsen” yang mana kita harus telanjang dan bugil bersama-sama banyak orang.


1. Begitu masuk ke “onsen” biasanya kita akan melihat bilik yang memisahkan antara kamar mandi pria dan juga kamar mandi wanita. Buat yang tidak bisa membedakan kanji, kita bisa membedakannya berdasarkan warna. Tempat mandi wanita biasanya berwarna merah dan pria berwarna biru.



Namun di Jepang tak jarang juga loh bisa kita temui tempat pemandian umum campur antara pria dan wanita.

2. Setelah masuk kita akan menemui rak-rak kayu tempat kita menanggalkan baju kita. Nah dari sinilah kita akan mulai bugil dan semua mata yang berada di ruangan yang sama dengan kita bisa melihat kita dengan bebas.



3. Setelah menanggalkan seluruh pakaian kita bisa masuk ke ruang mandi dengan menggunakan handuk kecil ataupun tidak. Guna handuk kecil tentu saja untuk menutupi kemaluan kita nantinya. Namun ada ataupun tidak menggunakan handuk kecil tidak berpengaruh. Kita bisa menggunakan tangan kita.

4. Sebelum masuk ke bak air panas, kita harus membersihkan seluruh badan kita terlebih dahulu. Biasanya kita akan membersihkan badan kita dengan posisi duduk di depan shower.



5. Setelah bersih dan membilas semua sisa sabun, barulah kita boleh masuk ke bak air panas. Perlu diingat bahwa ketika masuk kita tidak diizinkan membawa handuk ke dalam bak mandi. Oleh karena itu seperti yang saya bilang di point ke-3 bahwa ada atau tidak ada handuk tetap tidak berpengaruh. Kita tetap bugil dan bisa dilihat oleh orang lain.



6. Setelah merasa cukup kita bisa membilas badan kita ditempat shower tadi atau segera keluar ruangan untuk mengeringkan badan dan kembali berpakaian.

Sumber : http://ivanprakasa.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar